Thursday, June 2, 2011

Rahasia di Balik Selaput Dara Wanita

Selaput Dara itu Apa ea???

Selaput dara (hymen) masih diagungkan sebagai simbol keperawanan. Selain bias gender karena tidak pernah ada simbol keperjakaan, kondisi selaput dara ternyata tidak selamanya bisa mencerminkan aktivitas seksual seorang perempuan.

Berikut ini Rahasia di Balik Selaput Dara Wanita yang jarang diketahui:

1. Tidak jelas apa fungsinya
Tidak ada yang bisa memastikan apa fungsi selaput dara yang sebenarnya, namun beberapa ahli menduga membran ini berfungsi melindungi organ intim ketika masih bayi. Pada masa itu, sistem kekebalan tubuh masih sangat lemah sehingga rentan mengalami infeksi.

Pada bayi perempuan, selaput dara lebih tebal dan kadang-kadang tidak membentuk lubang sama sekali. Wujudnya berubah seiring bertambahnya usia, menjadi lebih tipis dan memiliki lubang dengan bentuk yang sangat bervariasi pada setiap individu.

2. Hymen bisa rusak karena banyak hal
Kerusakan selaput dara bisa terjadi sejak kanak-kanak, terutama karena aktivitas fisik misalnya main sepeda. Saat remaja, aktivitas yang memicu rusaknya selaput dara antara lain berkuda, pemakaian produk-produk pembersih organ intim dan tentu saja masturbasi dengan cara memasukkan sesuatu ke vagina.

3. Darah dan rasa perih pada malam pertama belum tentu karena hymen sobek
Rusaknya selaput dara akibat penetrasi penis pada malam pertama umumnya menyebabkan rasa nyeri, meski tidak selalu demikian. Sebaliknya, rasa nyeri lebih sering terjadi karena kurang pemanasan sehingga vagina tidak cukup mendapatkan lublikasi atau pelumasan.

Sama halnya dengan perdarahan yang terjadi di malam pertama. Meski kebanyakan dipicu oleh sobeknya selaput dara, keluarnya darah juga bisa terjadi akibat kurangnya pelumasan sehingga bibir atau dinding vagina mengalami luka karena bergesekan dengan penis.

4. Hymen tidak menutupi lubang vagina
Meski ada beberapa bayi perempuan yang lahir dengan selaput dara menutup sempurna, bentuknya tidak akan selamanya demikian. Ketika tubuh dewasa, lubang akan terbentuk dengan sendirinya untuk memberi jalan bagi darah menstruasi yang akan keluar ketika mulai masuk masa puber.

5. Hymen tetap utuh pada 0,5 persen perempuan meski sudah tidak perawan
Jika ada selaput dara yang begitu mudah rusak hanya karena naik sepeda, maka ada juga selaput dara yang bahkan tetap utuh meski dipakai untuk bersetubuh. Statistik menunjukkan 1 dari 200 perempuan punya selaput dara yang cukup kuat hingga tidak rusak meski beberapa kali ditembus benda tumpul.

6. Hymen sering dianggap bukti keperawanan
Di belaham bumi yang lain, ada tradisi yang mewajibkan pengantin baru untuk menyerahkan sprei putih dengan dengan darah perawan untuk membuktikan 2 hal. Pertama, bahwa pengantin perempuan masih perawan dan yang kedua bahwa pasangan itu benar-benar sudah bersetubuh.

Konon, untuk mengakalinya banyak pasangan yang bersekongkol untuk menyerahkan 'barang bukti' yang direkayasa dengan melukai pangkal paha hanya untuk mendapatkan bercak darah.





Cukup sekian Penjelasan Dari Doni Aliyanto,,semoga Bermanfaat

Tips Menghindari Kesakitan Pada Malam Pertama

TIPS MENGHINDARI SAKIT DI MALAM PERTAMA
Tips Menghindari Sakit di Malam Pertama? Wah..wah.. Katanya sich, kebanyakan wanita merasa kesakitan saat pertama kali bersenggama. Namun seks pada malam pertama tidak selamanya menyakitkan jika teknik yang dilakukan kedua belah pihak tepat. Agar tidak sakit, wanita butuh kesiapan psikologi dan rangsangan yang jitu.

Ketika melakukan seks untuk pertama kalinya, ada wanita yang merasa sakit pada bagian vaginanya ada juga yang tidak. Perbedaan itu terletak pada seberapa banyak cairan lubrikasi yang dihasilkan dan seberapa tegang hymen (selaput dara) wanita tersebut saat bersenggama.

Hymen atau selaput dara adalah selaput membran yang melindungi bagian depan vagina. Selaput dara tidak hanya bisa robek karena melakukan hubungan seksual, tapi juga karena berkuda atau kecelakaan yang melukai daerah tersebut.

Nyeri di daerah vagina juga bisa muncul saat cairan lubrikasi tidak keluar. Cairan lubrikasi pada wanita hanya akan keluar jika ia merasa terangsang, tapi jika ia sedang stres atau tegang, cairan itu tidak akan keluar.

Pakar andrologi dan seksolog, Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS mengatakan bahwa rasa sakit seharusnya tidak muncul saat melakukan seks jika wanita sudah siap dan terangsang.

"Intinya kan hanya masalah siap atau tidak siap dan terangsang atau tidak terangsang saja. Kalau wanita sudah siap dan terangsang, pasti tidak akan sakit," ujar Prof Wimpie ketika dihubungi detikhealth, Selasa (2/2/2010).

Sakit saat berhubungan seksual juga bisa dicegah jika pria tidak tergesa-gesa melakukan penetrasi. "Sebaiknya atur posisi dengan baik, lebih baik lagi jika wanita yang mengarahkan. Jika pria terlalu bergairah melakukan penetrasi sedangkan wanita belum siap, maka bisa terjadi pendarahan karena robeknya selaput dara," jelas dokter yang mendapatkan gelar seksolog dari University of Washington, Amerika Serikat.

Namun yang harus diketahui, robeknya selaput dara tidak harus mengeluarkan darah. "Selaput dara yang robek tidak selamanya ditandai dengan pendarahan. Kalau selama penetrasi wanita merasa rileks, terangsang dan cairan lubrikasinya keluar maka tidak akan terjadi pendarahan," tutur Prof Wimpie.

Menurut Wimpie, ketika seorang wanita terangsang, aliran darahnya akan mengalir dengan cepat dan lancar. Hal ini menyebabkan seluruh pembuluh darahnya melebar, termasuk pembuluh darah pada bagian vagina. Pelebaran inilah yang menentukan tegang atau tidaknya selaput dara.

Selaput dara yang tidak tegang akan dengan mudah dimasuki penis tanpa mengeluarkan darah. Jadi jika seorang wanita tidak mengeluarkan darah saat malam pertama, suami jangan langsung memvonis dan menduga bahwa istrinya sudah tidak perawan.

"Justru yang bagus seperti itu, nggak sakit atau berdarah. Wanita bisa saja tidak berdarah saat terjadi penetrasi dan selaput daranya robek," jelas dokter yang mendapatkan gelar seksolog dari University of Washington, Amerika Serikat tersebut. Jika tidak berdarah, artinya si pria sudah bisa merangsang wanita dengan baik.

Untuk menghindari rasa sakit saat berhubungan seksual, Prof Wimpie menyarankan agar kedua belah pihak saling mengerti. Pria jangan tergesa-gesa dan wanita sebaiknya mempersiapkan diri. Jangan lupa lakukan foreplay (pemanasan) mulai dari yang paling ringan seperti memeluk, mencium, meraba, memijat dan sebagainya.

Ciri Ciri pada Masa Remaja




Masa Remaja

07/07/2008 | Baca : 2837 | Komentar : 3 Masa remaja adalah suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Istilah ini menunjukkan masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan; biasanya mulai dari usia 14 tahun pada pria dan usia 12 tahun pada wanita. Transisi ke masa dewasa memang bervariasi, namun secara umum didefinisikan sebagai waktu dimana individu mulai bertindak terlepas dari orang tua mereka.
Perkembangan fisik
Perubahan dramatis dalam bentuk dan ciri-ciri fisik berhubungan erat dengan mulainya pubertas. Aktivitas kelenjar pituitari pada saat ini berakibat dalam sekresi hormon yang meningkat, dengan efek fisiologis yang tersebar luas. Hormon pertumbuhan memproduksi dorongan pertumbuhan yang cepat, yang membawa tubuh mendekati tinggi dan berat dewasanya dalam waktu dua tahun. Dorongan pertumbuhan itu terjadi lebih awal pada pria daripada wanita, juga menandakan bahwa wanita lebih dulu matang secara seksual daripada pria. Pencapaian kematangan seksual pada gadis remaja ditandai oleh kehadiran menstruasi dan pada pria ditandai oleh produksi semen. Hormon-hormon utama yang mengatur perubahan ini adalah androgen pada pria dan estrogen pada wanita, zat-zat yang juga dihubungkan dengan penampilan ciri-ciri seksual sekunder : rambut wajah, tubuh, kelamin dan suara yang mendalam pada pria; rambut tubuh dan kelamin, pembesaran payudara, dan pinggul lebih lebar pada wanita. Perubahan fisik dapat berhubungan dengan penyesuaian psikologis; beberapa studi menganjurkan bahwa individu yang menjadi dewasa di usia dini lebih baik dalam menyesuaikan diri daripada rekan-rekan mereka yang menjadi dewasa lebih lambat.


Perkembangan intelektual
Tidak ada perubahan dramatis dalam fungsi intelektual selama masa remaja. Kemampuan untuk mengerti masalah-masalah kompleks berkembang secara bertahap. Masa remaja adalah awal dari tahap pikiran formal operasional, yang mungkin dapat dicirikan sebagai pemikiran yang melibatkan logika pengurangan atau deduksi. Tahap ini terjadi di semua orang tanpa memandang pendidikan dan pengalaman mereka. Namun, bukti riset tidak mendukung hipotesis itu yang menunjukkan bahwa kemampuan remaja untuk menyelesaikan masalah kompleks adalah fungsi dari proses belajar dan pendidikan yang terkumpul.
Perkembangan seksual
Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggungjawab atas munculnya dorongan seks. Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus kurangnya pengetahuan yang benar tentang seksualitas. Namun, sejak tahun 1960-an, aktivitas seksual telah meningkat di antara remaja. Studi akhir menunjukkan bahwa hampir 50% remaja di bawah usia 15 tahun dan 75% di bawah usia 19 tahun melaporkan telah melakukan hubungan seks. Terlepas dari keterlibatan mereka dalam aktivitas seksual, beberapa remaja tidak tertarik pada metode Keluarga Berencana atau gejala Penyakit Menular Seksual (PMS).
Perkembangan emosionalMasa remaja adalah masa stres emosional yang timbul dari perubahan fisik yang cepat dan luas yang terjadi sewaktu pubertas. Hal itu dipandang sebagai perkembangan proses psiko-sosial yang terjadi seumur hidup. Tugas psiko-sosial remaja adalah untuk tumbuh dari orang yang tergantung menjadi orang yang tidak tergantung, yang identitasnya memungkinkan mereka berhubungan dengan yang lainnya dalam gaya dewasa. Kehadiran problem emosional tersebut bervariasi pada setiap remaja.