Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Friday, August 5, 2011

Solat Iftitah





Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh Saya ingin menanyakan seputar "Sholat Iftitah". Di beberapa masjid di Indonesia, sebelum jamaah melaksanakan sholat tarawih, imam mengajak melaksanakan sholat Iftitah, yaitu sholat dua rakaat pendek sebelum pelaksanaan sholat tarawih. Adakah sholat tersebut?
Fulan (Yogyakarta)
Jawab:
Dalam kitab-kitab referensi Islam, baik hadist maupun fiqh tidak ditemukan istilah Sholat Iftitah tersebut. Yang ada doa iftitah, ini sudah dimengerti banyak orang yaitu doa setelah takbiratul Ihram.
Nampaknya penggunaan istilah Sholat Iftitah, merupakan istilah baru alias kreasi sebagian muslim Indonesia. Ini karena tidak ditemukan penggunaan dan pelaksanaan sholat iftitah di beberapa masjid di Indonesia.
 Di Saudi Arabia khususnya di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, pelaksanaan sholat Tarawih dilakukan setelah jamaah melaksanakan sholat Isya, lalu sholat sunnah Rawatib Ba'dal Isya, lalu bilal berkumandang "Sholatul Qiyam Atzaabakumullaah" (Dirikanlah Sholat Qiyamullail, semoga kalian diberi pahala Allah). Imam dan bilal di kedua masjid tersebut tidak mengajak melaksanakan Sholat Ifititah. Hal yang menarik untuk diamati, bahwa di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, bilal atau penyeru sholat tidak menggunakan istilah sholat tarawih, namun dengan sebutan sholat Qiyamul Lail. Mereka melaksanakan sholat qiyam tadi sebanyak 20 rakaat plus 3 witir pada tanggal 1 – 20 Ramadhan. Mulai tanggal 21 Ramadhan hingga selesai Ramadhan pelaksanaan sholat Qiyamullail ditambah 10 rakaat, namun tidak secara kontinyu. Setelah 20 rakaat yang dilaksanakan setelah sholat Isya' mereka istirahat. Masuk tengah malam terakhir sekitar pukul 3 malam, kembali didirikan sholat malam 10 rakaat dengan bacaan lebih panjang.
Nampaknya masyarakat Makkah dan Madinah melihat bahwa sholat tarawih adalah identik dengan sholat qiyamullail. Mereka tidak menolak riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah s.a.w. melaksanakan sholat malam sebanyak 11 rakaat, termasuk witir, itu terlihat bahwa jamaah berhenti dan istirahat sejenak setelah melaksnakan tarawih sebanyak 10 rakaat. Baru kemudian melanjutkan sholat 10 rakaat lagi. Ini menunjukkan bahwa ulama dan masyarakat Saudi mengikuti pendapat masyhur bahwa sholat malam tidak ada batas maksimum rakaatnya. Imam Ibnu Abdul Bar dalam kitab Itidzkar menyebutkan telah terjadi Ijma' (konsensus ulama) bahwa tidak ada batas jumlah dan panjang sholat malam, itu sunnah, orang boleh malaksanakan dengan memperpanjang berdirinya dan memperkecil jumlah rakaatnya, atau memperbanyak jumlah rakaatnya dan memperpendek durasi berdirinya.
 Di Pakistan, masyarakat muslim yang mayoritas bermazhab Hanafi juga tidak mengenal istilah sholat iftitah tadi. Mereka melaksanakan sholat tarawih langsung setelah sholat Isya' dan Rawatib. Khusus mulai tanggal 27 Ramadhan hingga akhir Ramadhan mereka memperpanjang sholat tarawih dengan memperpanjang bacaan surat. Untuk 20 rakaat mereka mentargetkan 10 juz, sehingga selama tiga hari sholat tarawih imam dapan menghatamkan al-Quran. Biasanya Sholat tarawih selesai sudah menjelang waktu sahur.
 Lantas apa itu sholat Iftitah? Iftitah artinya pembukaan. Mungkin sebutan solat iftitah tadi berdasar pada hadist Aisyah riwayat Muslim:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ لِيُصَلِّىَ افْتَتَحَ صَلاَتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ.
Rasulullah ketika hendak sholat malam, beliau "membuka" sholatnya dengan dua rakaat pendek.
 Redaksi hadist tadi menggunakan kata membuka (iftataha), lalu mungkin disebutlah sholat dua rakaat sebelum sholat malam tadi dengan sebutan Sholat Iftitah. Ini dengan asumsi bahwa sholat tarawih adalah sholat Qiyamullail.
Menurut saya, sebaiknya para imam yang melaksanakan dua rakaat pendek tadi, sebelum melaksanakan sholat tarawih, tidak perlu menyebutkan kepada masyarakat dengan sebutan sholat iftitah, apalagi mengumandangkan misalkan "Mari Sholat Iftitiah". Ini dapat membuat masyarakat awam bingung, ada sholat apa lagi neh "Sholat Iftitah", padahal selama ini tidak ada.
Para iman sebaiknya cukup melaksanakan dua rakaat pendek sebelum melaksanakan tarawih  dan tidak perlu bilang itu Sholat Iftitah, agar tidak dikira melaksanakan sholat yang tidak dilakukan Rasulullah s.a.w. Wallahu a'lam bissowab.

Doni Aliyanto

Introspeksi Puasa Pasca Ramadhan



Selama sebulan kita melaksanakan ibadah puasa ramadhan. Kini kita berada di bulan syawal bulan peningkatan. Artinya, segala aspek kehidupan kita, idealnya menjadi meningkat lantaran latihan fisik dan mental secara ekstra keras selama ramadhan.
Puasa yang kita laksanakan itu, merupakan pilar islam yang sarat dengan muatan-muatan hikmah. Para ahli dari berbagai disiplin ilmu, banyak menguak hikmah dan muatan filosofis yang terkandung dalam ibadah yang satu ini. Ada yang meninjaunya dari perspektif kesehatan, manajemen, psikologi, ekonomi, sosiology, etika sosial, dsb.
Dengan analisis itu, puasa disimpulkan dapat membuat orang menjadi sehat, baik jasmani maupun rohani, puasa dapat meningkatkan kedisiplinan, membentuk insan yang jujur, berkepribadian luhur, mempunyai kepekaan sosial yang tinggi, dapat melahirkan pencerahan etika dan perilaku positif. Tidak cuma itu, puasa   dapat meningkatkan etos kerja dan produktifitas, bahkan dapat mewujudkan pencerahan spiritual dan intelektual. Demikianlah sebagian kekayaan hikmah yang terkandung dalam  ibadah puasa ramadhan.
Namun, apakah hikmah puasa yang berlimpah itu tercapai pasca ramadhan sehingga puasa mempunyai dampak terhadap pencerahan perilaku, pembangunan manusia yang sehat fisik dan mental, jujur, berdisiplin, mempunyai kepekaan sosial, etos kerja tinggi, produktif, dsb?.
Yang jelas, realitas menunjukkan, masih banyak orang yang berpuasa, kesehatannya justru semakin menurun. Pasca ramadhan ia selalu ke rumah sakit dan menghubungi dokter. Kejujuran mulai dikesampingkan, kolusi dan korupsi dipraktekkan, etos kerja melempem, produktifitas menurun, semangat mengamalkan ajaran agama menjadi luntur, pencerahan spritual dan intelektual menjadi gelap, jiwa kepekaan sosial menjadi pekak, bekerja tetap tidak disiplin, kurang menghargai waktu, dsb.
Jika demikian, benarlah apa yang pernah dituturkan oleh Nabi kita, “Betapa banyak orang puasa, tetapi tidak mendapatkan hikmah sedikitpun dari puasanya, kecuali rasa lapar dan dahaga saja. Dan betapa banyak orang yang shalat di malam hari, tetapi tidak mendapat apapun kecuali sekedar bangun malam” (HR. Ad-Darimi).
Dalam konteks inilah kita perlu melakukan evaluasi terhadap rangkaian ibadah yang telah kita lakukan selama ramadhan serta  mencari sebab kegagalan puasa yang kita laksanakan.
Kesenjangan antara ideal dan faktual
Memang,   Islam selalu unggul dalam ajaran yang kaya hikmah atau makna filosofis. Namun sangat disayangkan, selalu saja terjadi kesenjangan antara muatan hikmat yang holistik itu dengan praktek yang ditemui di lapangan. Misalnya, islam adalah agama yang sangat intens mengajarkan kebersihan, namun masih banyak ummat Islam yang akrab dengan lingkungan kotor. Islam adalah agama yang sangat menekankan kedisiplinan, tetapi ummat Islam lah yang banyak melanggar disiplin dan membuang-buang waktu. Islam adalah agama yang syarat mengajarkan urgensi membaca dan menuntut ilmu, tetapi ternyata ummat Islam lah yang malas membaca dan belajar, sehingga terbelenggu dalam bingkai keterbelakangan dan kebodohan. Islam mengajarkan etos kerja secara mengesankan, tetapi umat islam lah yang masih banyak bermalas-malasan. Puasa dalam Islam mengandung segudang hikmah, namun realitas selalu berbeda dengan tujuan hikmat tersebut.
Inilah kesenjangan-kesenjangan antar ideal (das sein) dan faktual (das solen). Upaya pelacakan faktor-faktor terjadinya kesenjangan itu disebut dengan evaluasi, yaitu penilaian kembali ibadah puasa yang telah dilaksanakan. Evaluasi maupun introspeksi, merupakan keniscayaan dilakukan, demi perbaikan dan peningkatan kualitas ibadah di masa depan dan pada gilirannya merefleksikan implikasi positif secara vertikal dan horizontal.
Introspeksi Puasa
Dengan melakukan evaluasi (muhasabah), berarti kita berupaya merenungkan kembali segala amal yang kita lakukan. Dalam tataran ini, kita melakukan evaluasi secara total dan kritis terhadap ibadah puasa yang telah kita laksanakan.
Kalau pasca ramadhan, kesehatan manusia semakin menurun, barangkali kita belum proporsional dalam mengukur porsi makanan. Betul, di siang hari kita menahan lapar dan dahaga, tetapi ketika masuk waktu berbuka di malam hari, kita makan dan minum secara berlebihan, seakan melampiaskan dendam. Kelebihan makanan, selalu menimbulkan kerawanan terhadap berbagai penyakit. Para ahli membuktikan bahwa perut yang tidak teratur, merupakan sumber terjadinya penyakit-penyakit fisik.
Selain, timbulnya penyakit psca ramadhan ini, mungkin saja makanan dan minuman yang kita konsumsi, tidak halalan dan thayyiban sebagaimana yang dianjurkan Al-Qur’an. (QS. 2:168), sehingga berimplikasi negatif bagi kesehatan.
Kalau pasca ramadhan, semangat beribadah semakin luntur sinar spritual semakin gelap, hati semakin mati dan kesat, barangkali karena puasa yang kita lakukan hanya terperangkap kepada pemenuhan rukun formal yakni menahan lapar, dahaga dan hubungan seksual. Atau mungkin kita belum maksimal melaksanakan amalan-amalan yang sangat dianjurkan di bulan ramadhan, seperti banyak membaca Al-Qur’an, rajin berdzikir, selalu bershalawat, banyak berdo’a, tekun istighfar, suka i‘tikaf, dsb. Karena, bila kita melakukan paket amalan ini, berarti kita telah berupaya mencerahkan spritual, mengasah dan mempertajam intuisi, serta meningkatkan etos ibadah. Atau mungkin kita masih melaksanakan sebagian amalan-amalan tersebut, tetapi hanya terperangkap kepada rutinitas ritual, atau kuantitas ibadah, tanpa meresapi dan menghayati makna-makna yang termuat di dalamnya.
Kalau pasca ramadhan, kita masih egois atau individualistis, tak tergugah melihat kemiskinan finansial dan intelektual, tak tersentuh melihat penderitaan saudara-saudara kita, sehingga solidaritas sosial menurun, barangkali, selama ramadhan, kita tidak melaksanakan titah Rasul untuk memperbanyak sedekah dan infaq di bulan ramadhan, sehingga latihan bersifat pemurah tidak terlaksana. Akibatnya, sifat egois dan individualistis masih bermayam dalam diri orang yang berpuasa formalistis itu.

Kalau pasca ramadhan, etos kerja dan produktifitas menurun, kedisiplinan tetap dilanggar, atau perilaku tetap menyimpang, barangkali puasa yang kita lakukan tidak didasarkan perenungan mendalam yang optimistik (ihtisaban) tentang makna filosofis di balik ritus puasa, atau mungkin mengabaikan dimensi historis pelaksanaan puasa di kalangan sahabat Rasul yang tetap mempunyai etos tinggi dan sangat produktif. Hal ini terlihat dari kemenangan-kemenangan besar yang mereka raih pada bulan ramadhan, seperti perang Badar, penaklukkan Mekkah, Tabuk, dsb.
Kalau pasca ramadhan, kejujuran semakin tipis atau sirna, pungli, kolusi dan korupsi tetap menjadi kebiasaan, barangkali puasa yang kita lakukan tidak didasari iman yang benar, tetapi mungkin kita berpuasa karena mengikuti tradisi.
Kita meyakini, bahwa doktrin ibadah dalam Islam, sarat dengan makna dan muatan filosofis yang mengesankan termasuk puasa. Tapi, karena masih banyak umat Islam yang terjebak kepada ibadah formalistis dan rutinitas ritual, maka puasa yang kaya hikmah itu, tidak melahirkan refleksi sosial, tidak menumbuhkan perubahan dalam perilaku keseharian, tidak mewujudkan pencerahan spiritual dan moral, serta tidak memberikan nilai tambah bagi peningkatan disiplin, etos kerja, dan produktifitas. 
Puasa bukanlah sekedar menunaikan rukun formal, tetapi dalam konteks yang lebih luas, puasa merupakan upaya pengendalian diri dari seluruh kecenderungan sifat dan perilaku yang merusak untuk mewujudkan insan muttaqin dan sosok manusia paripurna menurut konsep  Al-Qur’an.
Penutup
Bila kita telah melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap ibadah puasa dan amalan ramadhan lainnya, kemudian memperbaiki kekurangan-kekurangannya, maka selanjutnya kita serahkan kepada Allah SWT karena kita telah berupaya secara maksimal dalam beramal dan/muhasabah (evaluasi). Sikap ini harus pula kita iringi dengan khauf dan raja’, sebagaimana yang dikemukakan oleh imam al-ghazali dalam karya monumentalnya, ihya ulumuddin . Ia mengatakan, bahwa setelah kita melaksanakan ibadah puasa dan amalan-amalan lainnya, kita harus menyikapinya dengan dua maqam. Yaitu, khauf (khawatir) dan raja’ (harap). Maksudnya, “kita takut kalau-kalau ibadah kita tidak diterima Allah, dan “berharap” kiranya ibadah kita diterima-Nya” .

Sunday, July 31, 2011

Khutbah Nabi Menjelang Ramadhan


Khutbah Nabi Menjelang Ramadhan
Assalamu'alaikum. Saya mau tanya Pak Ustadz, tentang hadits mengenai khutbah Rasululloh s.a.w. menyambut bulan Romadhon bisa dilihat dalam kitab apa? Dan siapa yang meriwayatkan? Syukron.Widy Trihantoro
Waalaikum salam w.w.
Hadist tersebut berbunyi:
وَعَن سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ ، رَضِيَ الله عَنْهُ , قَالَ : خَطَبَنَا رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم آخِرَ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ فَقَالَ : يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّهُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ مُبَارَكٌ ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، فَرَضَ الله صِيَامَهُ ، وَجَعَلَ قِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا ، فَمَنْ تَطَوَّعَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ ، وَمَنْ أَدَّى فِيهِ فَرِيضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً ، فَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ ، وَهُوَ شَهْرُ الْمُوَاسَاةِ ، وَهُوَ شَهْرٌ يُزَادُ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ فِيهِ , مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ عِتْقَ رَقَبَةٍ ، وَمَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ قِيلَ : يَا رَسُولَ الله ، لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَّائِمَ ! قَالَ : يُعْطِي الله هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى مَذْقَةِ لَبَنٍ أَو ْتَمْرَةٍ ، أَوْ شَرْبَةِ مَاءٍ ، وَمَنْ أَشْبَعَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ ، وَسَقَاهُ الله مِنْ حَوْضِي شَرْبَةً لاَ يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْئًا ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ ، وَمَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوكِهِ فِيهِ أَعْتَقَهُ الله مِنَ النَّارِ.
Artinya:
Dari Salman al-Farisi r.a. beliau berkata:"Rasulullah s.a.w. berkhutbah di depan kita di hari akhir bulan Sya'ban: "Wahai manusia, telah datang kepadamu bulan yang diberkati, di dalamnya adalam malam lebih baik dari seribu bulan. Allah mewajibkan puasa, menjadikan sholat malam sebagai ibadah sunnah, barang siapa melakukan kebajikan dalam satu perkara baik, maka ia seperti telah menjalankan kewajiban pada perkara lainnya, barang siapa melakukan satu kewajiban maka (pahalanya) seperti menjalankan 70 kewajiban. Itu merupakan bulan kesabaran, orang sabar berpahala sorga, itu bulan tuntunan, pada bulan itu rizqi seorang mukmin ditambahkan, barangsiapa memberi makan orang puasa, maka pahalanya sama dengan memerdekakan seorang budak dan menghapuskan dosa-dosanya. Rasulullah s.a.w. ditanyai:" Wahai Rasulullah, tidak semua kita mempunyai sesuatu untuk memberi makan orang puasa". Beliau menjawab:"Allah memberi pahala ini kepada orang yang memberi buka puasa walaupun hanya seteguk susu, atau sebutir kurma atau seteguk air, barang siapa memberi makan hingga kenyang kepada orang yang berpuasa maka ia berhak mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya, dan Allah akan memberinya minuman dari telagaku dengan minuman yang olehnya ia tidak akan merasa haus hingga memasuki sorga, dan ia mendapatkan pahala seperto orang puasa tadi tanpa kurang sedikitpun. Itu bulan yang awalnya rahmat, tengahnya maghfirah (ampunan) dan akhirnya diselamatkan dari neraka. Barang siapa meringankan beban budaknya pada bulan ini, maka Allah akan menyelamatkannya dari neraka.
Hadist tersebut diriwayatkan oleh Harist bun Usamah dan Ibnu Huzaimah dalam kitab Sahihnya. Ibnu Huzaimah berkata, sekiranya hadist ini sahih, dari jalurnya diriwayatkan oleh Baihaqi dan Ibnu Hayyan.

Ibnu Huzaimah meriwayatkan dengan tambahan:
و استكثروا فيه من أربع خصال : خصلتين ترضون بهما ربكم و خصلتين لا غنى بكم عنهما فأما الخصلتان اللتان ترضون بهما ربكم فشهادة أن لا إله إلا الله و تستغفرونه و أما اللتان لا غنى بكم عنهما فتسألون الله الجنة و تعوذون به من النار.
"Perbanyaklah di dalamnya empat perkara: dua perkara engkau akan mendapatkan keridloan Allah dan dua perkara yang engkau tidak mungkin meninggalkannya. Dua perkara yang bertama adalah Syahadat laa ilaaha illal laah dan meminta ampunanNya. Dua perkara yang kedua adalah meminta sorga dan meminta perlindungan dari neraka."
A'dzami mengatakan hadist ini dlaif ada rawi Ali bin Zaid bin Jadz'an, lemah.
Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan dalam kitab Athraf, rawi hadist tersebut tertumpu pada Ali bin Zaid bin Jadz'an lemah, Yusuf bin Ziyad juga sangat lemah. Iyas juga saya tidak mengetahui rawi ini. Lihat Kanzul Ummal (8/477).

Hukum mengamalkan hadist dlaif
Salah satu masalah khilafiyah yang sudah lama menjadi perdebatan di anra ulama Islam adalah masalah mengamalkan hadist dlaif. Dalam ilmu mustolah hadist ada tiga kriteria besar hadist berdasarkan kekuatan rawinya.
Yang pertama adalah sahih, dimana masuk di dalamnya hadist hasan (bagus). Ibnu Solah mendefinisikan hadist sahih adalah hadist yang hadist yang sanad atau rawinya menyambung dan diriwayatkan oleh ulama-ulama yang terpercaya sampai Rasulullah s.a.w. Ini disepakati oleh para ulama dapat diamalkan asalkan tidak dipertentangkan kesahihannya. Banyak hadist sahih tapi tidak disepakati, ada sebagian ulama menilainya sahih tapi ulama lain tidak. Umumnya hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim telah disepakati kesahihannya. Namun demikian, hadist sahih juga ada tingkatan dan derajatnya.
Derajat hadist sahih adalah sbb:
  1. Disepakati imam Bukhari Muslim ini hadist paling kuat.
  2. Diriwayatkan oleh imam Bukhari.
  3. Diriwaytkan oleh Imam Muslim.
  4. Sesuai ketentuan kedua imam tadi tapi keduanya tidak meriwayatkan.
  5. Sesuai dengan ketentuan imam Bukhari.
  6. Sesuai dengan ketentuan imam Muslim.
  7. Hadist sahih riwayat imam lain seperti dari kutab-kitab sunan, dan kitab-kitab sahih seperti susunan Ibnu Hibban dan Ibnu Huzaimah.
Yang kedua adalah hadist lemah atau sering disebut hadist dlaif. Ini adalah hadist yang tidak memenuhi ketentuan sahih di atas.
Beberapa penyebab hadist sahih adalah sanad yang tidak utuh alias terputus, atau diriwayatkan oleh ulama yang buruk hafalannya.
Seperti hadist sahih, hadist dlaif juga mempunyai tingkatan dan derajat, mulai yang sangat lemah hingga yang agak kuat. Hadist paling lemah adalah hadist maudlu' atau palsu. Hadist ini diyakini tidak dari Rasulullah s.a.w. tapi dari perkataan orang yang diklaim dari Rasululllah.
Ibnu Solah membuat kategori hadis dlaif sbb: 1)dlaif (lemah) 2) sangat lemah 3) Wahi (lebih lemah lagi) 4) munkar (diinkari sanad atau redaksinya) 5) Mudlu' (palsu).
Jenis hadist dlaif yang terakhir yaitu maudlu' hukumnya tidak boleh diamalkan dan tidak boleh diyakini dari Rasulullah. Demikian kesepakatan para ulama.
Adapun hadist dlaif yang biasa, seperti yang banyak didapati dalam kitab-kitab hadist, para ulama berbeda pendapat mengenai hukum mengamalkannya.
Secara umum para ulama sepakat, tidak boleh mengamalkan hadist dlaif untuk masalah-masalah pokok agama seperti rukun Islam, halal, haram  dan ketauhidan.
Ulama yang berpendapat boleh mengamalkan hadist dlaif untuk masalah agama yang tidak pokok adalah Abdul Rahman bin Mahdi, Ibnu Mubarak, Ahmad bin Hanbal. Bahkan diriwayatkan dari Ahmad bahwa kalau ada pertentangan antara akal dan hadist dlaif maka didahulukan hadist dlaif.
Pendapat kedua mengatakan tidak boleh sama sekali mengamalkan hadist dlaif. Pendapat ini menganggap hadist dlaif semuanya palsu. Ini dipelopori oleh Abu Bakar Arabi. Ulama hadist kontempoprer seperti Albani juga cenderung ke pendapat ini. Pendapat Albani sangat dominan dan diterima oleh kalangan pergerakan Islam Saudi Arbia, atau gerakan yang sering menyebutkan dirinya dengan nama Salafi.
Pendapat ketiga mengatakan boleh mengamalkan hadist dlaif untuk fadlailul a'mal (keutamaan amal). Menurut Ibnu Solah, ini pendapat mayoritas ulama ahli hadist dan ulama fiqih. Namun demikian Ibnu Hajar mensyaratkan ketentuan sbb:
  1. Hadist tersebut tidak sangat lemah.
  2. Isi hadist tersebut mengacu kepada ketentuan agama yang ada. Misalnya ada hadist dlaif tentang keutamaan sholat malam, ini diterima karena banyak dalil menyebutkan sholat malam.
  3. Tidak boleh meyakini bahwa itu hadist benar-benar dari Rasulullah, tapi cukup demi alasan hati-hati. Artinya berpandangan bahwa jangan-jangan itu emang benar dari Rasulullah s.a.w. (Taisir Mustolah Hadist: Ibnu Solah: 34).
Contoh amalan lain yang diperdebatkan oleh sebagian ulama karena perbedaan dalam menilai  kedlaifan dan kesahihan sebuah hadist adalah masalah sholat tasbih. Banyak ulama yang melihat hadistnya sahih dan mengamalkannya. Tapi ada beberapa ulama yang meyakini itu dlaif kaka tidak mengamalkannya.

Demikianlah Penjelasan saya mengenai Khutbah Nabi Menjelang Ramadhan 
 Semoga Ramdhan Kali ini dapat memberikan hidayah kepada kita semua

Friday, July 22, 2011

Pelajaran Hidup Untuk Mencintai Ibu

cinta seorang ibu pada anaknyaWaktu kamu berumur 1 tahun,
Dia menyuapi dan memandikanmu..
Sebagai balasannya.. kau menangis sepanjang malam.

Waktu kamu berumur 2 tahun,
Dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya.. Kamu kabur waktu dia memanggilmu.

Waktu kamu berumur 3 tahun,
Dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang..
Sebagai balasannya,, kamu buang piring berisi makananmu ke lantai..

Waktu kamu berumur 4 tahun,
Dia memberimu pensil warna...
Sebagai balasannya,,, kamu corat-coret tembok rumah dan meja makan..

Waktu kamu berumur 5 tahun,
Dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..
Sebagai balasannya,,, kamu memakainya bermain di kubangan lumpur

Waktu kamu berumur 6 tahun,
Dia mengantarmu pergi ke sekolah...
Sebagai balasannya,, kamu berteriak "NGGAK MAU...!"

Waktu kamu berumur 7 tahun,
Dia membelikanmu bola...
Sebagai balasannya,,, kamu melemparkan bola ke jendela tetangga..

Waktu kamu berumur 8 tahun,
Dia memberimu es krim...
Sebagai balasannya,,, kamu menumpahkannya dan mengotori seluruh bajumu..

Waktu kamu berumur 9 tahun,
Dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu...
Sebagai balasannya,,, kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar..

Waktu kamu berumur 10 tahun,
Dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun...
Sebagai balasannya,,, kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam..

Waktu kamu berumur 11 tahun,
Dia mengantar kamu dan teman-teman kamu ke bioskop...
Sebagai balasannya,,, Kamu minta dia duduk di barisan lain..

Waktu kamu berumur 12 tahun,
Dia melarangmu bermain game terus karena nilaimu turun...
Sebagai balasannya,,, kamu tunggu dia keluar rumah untuk bermain diam-diam

Waktu kamu berumur 13 tahun,
Dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya....
Sebagai balasannya,, kamu bilang dia tidak tahu mode

Waktu kamu berumur 14 tahun,
Dia membayar biaya untuk perpisahan sekolahmu selama liburan..
Sebagai balasannya,,, kamu nggak pernah meneleponnya sekalipun setelah tiba disana..

Waktu kamu berumur 15 tahun,
Pulang kerja dia ingin memelukmu...
Sebagai balasannya,, kamu kunci pintu kamarmu..

Waktu kamu berumur 16 tahun,
Dia mengajari kamu mengemudi mobil..
Sebagai balasannya,, kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya...

Waktu kamu berumur 17 tahun,
Dia membelikan dunk*n donut kesukaanmu setengah lusin...
Sebagai balasannya,,, kamu makan semuanya tanpa menyisakan satu potong pun..

Waktu kamu berumur 18 tahun,
Dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA.. sebagai balasannya,,, kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai larut malam / subuh..

Waktu kamu berumur 19 tahun,
Dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama..
Sebagai balasannya,,, kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama teman-temanmu

Waktu kamu berumur 20 tahun,
Dia bertanya,"Dari mana seharian ini??"..
Sebagai balasannya,, kamu menjawab, "Ah, cerewet banget sih, pingin tahu urusan orang."

Waktu kamu berumur 21 tahun,
Dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu...
Sebagai balasannya,, kamu bilang, "Aku nggak mau seperti kamu."

Waktu kamu berumur 22 tahun,
Dia memelukmu dan haru ketika kamu lulus dari perguruan tinggi..
Sebagai balasannya,, kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri..

Waktu kamu berumur 24 tahun,
Dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu...
Sebagai balasannya,, kamu ceritain ke temenmu betapa jeleknya furniture itu

Waktu kamu berumur 25 tahun,
Dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan..
Sebagai balasannya,, kamu mengeluh, "Aduh gimana sih, kok bertanya seperti itu.."

Waktu kamu berumur 26 tahun,
Dia membantumu membiayai pernikahanmu..
Sebagai balasannya,,, kamu pindah kota lain yg jaraknya lebih dari 500km...

Waktu kamu berumur 28 tahun,
Dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu...
Sebagai balasannya,, kamu katakan ,"Sekarang zamannya udah beda dari zaman dulu.."

Waktu kamu berumur 35 tahun,
Dia memintamu untuk menemaninya membelikan kado buat ulangtahun saudara dekatmu...
Sebagai balasannya,, kamu jawab,"Aku sudah sibuk dengan keluargaku, ajaklah saudaraku yang lain."

Waktu kamu berumur 45 tahun,
Dia sakit-sakitan sehingga membutuhkan perawatanmu...
Sebagai balasannya,, kamu baca tentang pengaruh negative orang tua yg numpang tinggal di rumah anaknya..

... Dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang.. dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan... Dan itu menghantam HATIMU bagiakan pukulan godam..
Maka...
Jika Orangtuamu Masih Ada.. Berikanlah Kasih Sayang Dan Perhatian Lebih Dari Yang Pernah Kamu Berikan Selama Ini..
Jika Orangtuamu Sudah Tiada.. Ingatlah Kasih Sayang Dan Cintanya Yang Telah Diberikannya Dengan Tulus Tanpa Syarat Kepadamu..
Karena mereka adalah sumber inspirasi bagimu, Jika mereka tak ada, Kamu pun tak akan ada seperti kamu sekarang ini..

Monday, June 27, 2011

Makalah tentang CPU

Makalah tentang CPU
Central Processing Unit (CPU): otak yang ada didalam sebuah PC yang memproses data serta unit yang menentukan kekuatan dan harga dari sebuah komputer.

Dalam setahun ke belakang, kecepatan CPU meningkat drastis dari 600 MHz menjadi 1 GHz, dan baru-baru ini Intel mengumumkan telah mengapalkan Pentium III 1,13 GHz. Pada akhir tahun ini diperkirakan kecepatan di atas 1,5 GHz akan terlampaui, menandakan perlombaan CPU tercepat telah dimulai. Ini ada sebuah tip: Kinerja CPU di PC Anda tidak hanya ditentukan oleh angka megahertz atau gigahertz yang banyak diiklankan perakit PC di majalah atau Internet. Dengan peningkatan kecepatan chip dan aplikasi yang membutuhkan tenaga yang lebih besar,

Yang Anda perlu ketahui:

· Sebuah CPU melakukan tiga tugas utama: Membaca data, memproses data, dan biasanya menulis data ke memori.
· Kecepatan kasar (raw speed) diukur dalam skala megahertz, tetapi bagian lainnya seperti desain arsitektur chip juga menentukan kinerja dari CPU tersebut.
· Chip yang Anda inginkan dalam PC Anda tergantung pada berapa banyak yang akan Anda keluarkan dan untuk apa Anda menggunakan PC tersebut.
<>

Sebelum Anda mengerti bagaimana sebuah CPU bekerja, Anda perlu mengetahui bagaimana sebuah CPU dibuat. Sebuah CPU terdiri dari jutaan transistor mikroskopis yang melalui pemrosesan secara kimiawi dan photolithografis untuk menjadi sebuah cetakan silikon yang besarnya tidak lebih dari ibu jari Anda.

Transistor kecil mungil itu menyimpan pulsa elektrik yang memberikan nilai satu atau nol, yang membentuk sistem bahasa binari yang digunakan komputer untuk berkomunikasi. Grup transistor tersebut saling terhubungkan untuk menyimpan nilai-nilai; mereka juga melakukan kalkulasi logika dan matematika, dan dengan bantuan sebuah jam kristal kuartz, mereka melakukan fungsinya seperti layaknya pendayung perahu naga yang mendayung secara tersinkronisasi. Dengan kata lain, mereka dapat memproses data.

<>

Sebuah CPU memproses informasi yang disimpan dalam bentuk byte di memori. Informasi tersebut dapat berupa data atau instruksi. Data adalah bentuk biner dari sebuah huruf, sebuah angka, atau sebuah warna. Sebuah instruksi memberitahu CPU apa yang harus dilakukan terhadap data tersebut, sebagai contoh: menambahkannya, membaginya, atau memindahkannya

CPU akan melakukan tiga operasi utama terhadap data tersebut: membacanya, memanipulasi (memproses) data tersebut, dan seringkali menuliskannya ke dalam memori. Pada tingkat yang lebih sederhana, CPU hanya memerlukan empat elemen untuk melakukan operasi terhadap datanya: instruksi, penunjuk instruksi, beberapa register, dan sebuah aritmethic logic unit.

Penunjuk instruksi akan memberitahu CPU dimana instruksi tersebut diletakkan di memori saat dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi.

Register adalah tempat penyimpanan sementara di CPU. Sebuah register menyimpan sebuah data yang menunggu untuk diproses oleh sebuah instruksi, atau sebuah data yang telah diproses (misalkan, hasil dari penambahan dua angka sekaligus).

Unit logika aritmatika (arithmetic logic unit/ALU) berfungsi sebagai kalkulatornya CPU, bekerja dengan fungsi matematika dan logika yang diperintahkan oleh set instruksi.

CPU terdiri atas beberapa bagian tambahan yang membuat bagian dasar CPU bekerja sebagaimana mestinya:

· Fetch instruksi mengambil instruksi dari RAM atau bagian dari memori yang terletak di CPU.

· Dekoder instruksi mengambil instruksi dari fetch dan menerjemahkannya sehingga CPU mengerti. Dekoder ini menentukan langkah selanjutnya yang harus dilakukan untuk menyelesaikan instruksi tersebut.

· Unit kontrol akan mengatur dan mengkoordinasikan seluruh operasi chip. Unit ini akan memberitahu ALU kapan untuk melakukan kalkulasi, kemudian memberitahu fetch kapan untuk mengambil sebuah nilai, dan memberitahu dekoder kapan untuk menerjemahkan nilai tersebut menjadi sebuah instruksi.

<>
Beginilah caranya CPU melakukan tugasnya: penunjuk instruksi mengarahkan fetch instruksi ke sebuah spot di memori yang menampung sebuah instruksi. Fetch kemudian menangkap instruksi tersebut dan memberikannya ke dekoder instruksi, kemudian mengamati instruksi tersebut dan menentukan langkah selanjutnya untuk melengkapi instruksi tersebut (sebuah instruksi dapat terdiri dari rangkaian langkah yang harus dilengkapi dalam urutan tertentu).

ALU kemudian mengerjakan perintah yang diminta instruksi: menambah data, membagi data, atau memanipulasi data yang ada. Setelah CPU menerjemahkan dan mengerjakan instruksi, unit kontrol memberitahukan fetch instruksi untuk menangkap instruksi berikutnya di memori. Proses ini berlangsung terus menerus--dari satu instruksi ke instruksi berikutnya, dalam suatu langkah yang rumit--untuk menciptakan hasil yang dapat Anda lihat di monitor. Itulah kerjanya sebuah program
seperti pengolah kata: sebuah seri instruksi-instruksi dan data-data.

Untuk meyakinkan semua itu berjalan dalam satu kesatuan waktu, bagian itu memerlukan suatu clock generator. Clock generator meregulasi setiap langkah yang dikerjakan CPU. Seperti sebuah metronome, sebuah clock generator mengirim pulsa-pulsa elektrik untuk menentukan langkah CPU. Pulsa tersebut diukur dalam jutaan langkah per detik, atau megahertz, yang Anda kenal sebagai ukuran kecepatan CPU. Semakin banyak pulsa dibuat, semakin cepat CPU bekerja. Dalam keadaan ideal, seharusnya sebuah CPU berkecepatan 700 MHz bekerja lebih cepat dibanding CPU 600 MHz, tetapi tambahan dan variasi pada basis CPU dapat membuat angka-angka tersebut tidak berarti.

<>
Sebuah CPU hanya memerlukan sedikit bagian untuk melakukan tugasnya, tetapi desain dasar tersebut telah dimodifikasi selama bertahun-tahun untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Tujuan utama peningkatan tersebut sama: memproses data lebih cepat.

Sambil mencari cara untuk meningkatkan kecepatan pemrosesan, pembuat chip menyadari bahwa CPU tidak melakukan pemrosesan selama mereka melakukan fetching untuk sebuah instruksi atau data dari RAM sistem. Untuk mereduksi downtime tersebut, mereka menempatkan sebuah area penyimpanan, yang dikenal sebagai cache, dalam sebuah CPU. Data dan instruksi dapat ditempatkan sementara di CPU itu sendiri, mengurangi perjalanan data atau instruksi dari RAM.

Menambah ide penyediaan cache, pembuat sistem menempatkan RAM berkecepatan tinggi (dan mahal)--yang dikenal sebagai cache tingkat 2 atau L2 cache--antara cache CPU tingkat satu dan RAM sistem. Semakin dekat ke CPU berarti semakin pendek jarak yang harus ditempuh ke RAM sistem. Cache sekunderi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja sehingga semakin banyak prosesor yang mengintegrasinya ke dalam CPU-nya itu sendiri, menciptakan lebih banyak ruang untuk menyimpan data dan instruksi.

<>
Untuk meningkatkan kinerja kalkulasi, pembuat chip menempatkan sebuah unit aritmetik logika (arithmetic logic unit/ALU) di dalam CPU. Secara teoritis ini berarti pemrosesan dapat dilakukan dua kali lebih cepat dalam satu langkah. Menggunakan multiple ALU akan tampak seperti menambah tukang kayu lagi dalam membuat lemari dapur, yang berarti mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Sebagai tambahan multiple ALU, Intel mengintegrasikan floating point unit ke dalam CPU. FPU ini menangani angka dari yang paling besar hingga yang paling kecil (yang memiliki banyak angka di belakang koma). Sementara FPU menangani kalkulasi semacam itu, ALU menjadi bebas untuk melakukan tugas lain dalam waktu yang bersamaan, untuk meningkatkan kinerja.

Advanced Micro Devices dan Intel juga menambah kecepatan pemrosesan instruksi dengan melakukan pipelining instruksi, atau menjalankan instruksi secara paralel satu dengan lainnya. Eksekusi dari sebuah instruksi memerlukan langkah yang terpisah--sebagai contoh, fetching dan dekoding sebuah instruksi. Sebenarnya CPU harus menyelesaikan sebuah instruksi secara keseluruhan sebelum melanjutkan ke instruksi berikutnya. Sekarang sirkuit yang berbeda menangani langkah yang terpisah tersebut.

Begitu sebuah instruksi telah selesai dalam satu langkah untuk dilanjutkan ke langkah berikutnya, transistor yang mengerjakan langkah pertama bebas untuk mengerjakan instruksi berikutnya, sehingga akan mempercepat kerja pemrosesan. Ini mirip dengan mendaki tangga: begitu kaki Anda meninggalkan sebuah anak tangga, orang yang di belakang Anda dapat menggunakannya untuk dinaiki.

Sebagai tambahan untuk meningkatkan kinerja adalah memprediksi cabang-cabang instruksi, yaitu memperkirakan lompatan yang akan dilakukan sebuah program dapat dilakukan; eksekusi secara spekulatif, yaitu mengeksekusi cabang instruksi yang ada di depat; dan penyelesaian tanpa mengikuti urutan, yakni kemampuan untuk menyelesaikan sebuah seri instruksi tidak berdasarkan urutan normal.

Perubahan-perubahan tersebut membuat peningkatan kecepatan clock, seperti lompatan hingga 1 GHz pada bulan Februari lalu, bukan lagi menjadi keutamaan kinerja. Tes yang dilakukan oleh majalah komputer PC World menunjukkan bahwa lompatan kecepatan bukan lagi menjadi hal utama dalam peningkatan kinerja, terutama pada aplikasi perkantoran, yang sangat tergantung pada kecepatan hard drive dan jumlah serta kecepatan RAM sistem.

<>
Dua pemain mendominasi pasar CPU PC: Intel (www.intel.com), yang menguasai 80 persen pangsa pasar PC rumah dan bisnis, dan Advanced Micro Devices (www.amd.com). Kedua perusahaan tersebut membuat model untuk mesin-mesin high-end, midrange, dan low-end. Perusahaan lain juga memproduksi CPU, seperti Motorola PowerPC 750 (www.mot-sps.com), yang memberi tenaga untuk komputer-komputer Macintosh.

AMD Athlon dan Intel Pentium III saling berbagi pasar untuk CPU bertenaga lebih yang menjalankan sistem operasi Microsoft Windows. Keduanya hampir seimbang dalam desain dan performa, termasuk peningkatan kinerja untuk menjalankan software game 3D dan CAD (computer aided design).

CPU high-end dari Intel dan AMD banyak terdapat pada berbagai jenis PC, dari sistem rumahan kelas menengah (antara 600 hingga 850 MHz) hingga workstation rekayasa industri dan sistem multimedia high-end yang paling mahal (dari 866 MHz ke atas). Untuk model terbaru, PC dengan CPU ini harganya berkisar antara $200 hingga $1000.

Untuk kelas high-end, PC dengan chip 1 GHz akan berharga $2700 hingga $3300, tergantung pada komponen yang ditawarkan oleh perakit PC. Untuk sistem kelas menengah, yang menggunakan chip AMD atau Intel berkecepatan 600 hingga 850 MHz harganya sekitar $900 hingga $1600.

Chip berharga ekonomis (di bawah $150) biasanya berjalan dengan kecepatan clock lebih rendah dari Athlon dan P-III, cache yang lebih sedikit atau lebih lambat, dan memiliki peningkatan kinerja yang lebih kecil. AMD K6-III dan K6-2 serta Intel Celeron ditujukan untuk PC-PC dengan harga kurang dari $1000.

Komputer portabel biasanya tidak menawarkan CPU tercepat yang ada. Sebuah desain desktop dirancang untuk menahan panas yang lebih tinggi dibanding sebuah laptop, yang berarti laptop harus menggunakan CPU yang lebih lambat dan kurang bertenaga. Prosesor yang lebih cepat juga membutuhkan daya yang lebih besar juga, yang mengakibatkan umur pakai tenaga baterei juga berkurang. Saat ini, portabel tercepat yang tersedia di pasaran adalah 700 MHz, tapi tampaknya dengan desain yang baru, kecepatan tersebut akan segera bertambah.

<>
Pembuat CPU selalu mencari cara untuk meningkatkan performa. Baru-baru ini mereka telah mengganti sistem fabrikasi dari 0.25 mikron ke 0.18 mikron, yang memungkinkan celah yang lebih sempit dalam menempatkan transistor yang lebih kecil, sehingga memungkinkan kecepatan yang lebih tinggi dan panas yang lebih kecil untuk desain arsitektur yang sama. Tambahan lain, interkoneksi antar transistor menggunakan alumunium telah digantikan dengan tembaga, yang mengkonduksikan listrik lebih baik dibanding alumunium.

Tetapi perbaikan ini tidak berarti perlombaan penambahan kecepatan akan berakhir. Intel telah mengumumkan chip Willamette (alias Pentium-4), yang akan berjalan dengan kecepatan 1,5 GHz dan akan tersedia pada akhir tahun ini. Sementara kompetitornya, AMD, juga akan terus menempel ketat pada perlombaan tersebut.

Friday, June 24, 2011

Seputar Tentang Flashdisk



FLASHDISK…..Pasti tau kan???

Tau siapa penemunya ??

sampe sekarang ini, benda kecil itu hampir selalu ada dikantong kita masing2 tapi saya baru aja tau siapa yang ngerintis benda kecil ini, pengin share aja, ternyata sejarah mula adanya flashdisk seperti ini, mulai dari prototypenya dulu sampe yang canggih sekarang ini.


Kalo ini pasti ampir pada tau lah, komponen utamanya, seperti ini:

1.Sambungan USB
2.Perangkat pengontrol penyimpanan massal USB
3.Titik-titik percobaan
4.Chip flash memory
5.Oscillaator crystal
6.LED
7.Write-protect switch
8.Ruang kosong untuk chip flash memory kedua

Pengertiannya FlashDisk sendiri seperti ini

- USB flash drive adalah alat penyimpanan data memori flash tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang terintegrasi. Flash drive ini biasanya kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulis. Per November 2006, kapasitas yang tersedia untuk USB flash drive ada dari 128 megabyte sampai 64 gigabyte.

- USB flash drive memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya, khususnya disket. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih besar, serta lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian yang bergerak) daripada disket.


SEJARAH FLASH CHIP

- Penemuan Flash Memory (NOR dan NAND) oleh Dr Fujio Masuoka tahun 1984 ketika sedang bekerja pada Toshiba sedangkan nama flash sendiri diberikan oleh koleganya yaitu Mr. Shoji Ariizumi

- Type flash chip type NOR yang diperdagangkan dikenalkan oleh intel pada tahun 1988


- NOR flash adalah flash dasar yang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menghapus dan menulis, tetapi menyediakan alamat penuh dan jalur data, memberikan akses secara acak terhadap semua lokasi memori. Tetapi sangat bagus untuk menggantikan ROM model lama, dimana memungkinkan untuk mengupdate kode program yang tersimpan. Contoh adalah BIOS


- NAND flash di announced oleh Toshiba pada tahun 1989, dimana bisa melakukan proses penghapusan dan penulisan yang lebih cepat, membutuhkan tempat yang kecil untuk chip per selnya. Dengan bertambahnya kapasitas tetapi biaya bisa ditekan menyebabkan flash tipe ini cocok digunakan untuk secondary storage.


SEJARAH FLASH DISK

- Belum dapat dipastikan siapa yang mengembangkannya pertama kali karena ada tiga perusahaan yang memperselisihkan yaitu M-Systems, Netac, dan Trek 2000

- Flash drive mulai dipasarkan pada tahun 2001 di Amerika oleh IBM. Ukuran data yang dapat disimpan pada waktu itu adalah 8 MB, data terakhir November 2006 sudah mencapai 64 GB.


- Tidak hanya ukurannya saja yang berkembang, tetapi bentuk dan fungsinya juga mengalami perubahan. Ada flash drive yang memakai rotary design sehingga kita tidak perlu khawatir kehilangan penutupnya. Tersedia juga flash drive yang dilapisi karet supaya tahan air atau dilengkapi dengan clip carabineer sehingga mudah digantungkan. Bahkan telah dibuat flash drive berbentuk model kartu kredit. Namanya wallet-friendly USB. Ukurannya hanya 86 x 54 x 1,9 mm. Jadi, dapat disimpan dengan aman di dalam dompet.


- Untuk masalah kemanan yang dimiliki flash drive saat ini sebatas melindungi data yang ada supaya tidak terakses oleh orang yang bukan pemiliknya. Cara kerja yang dipakai saat ini antara lain menggunakan full disk encryption atau physical authentication tokens. Sistem terbaru yang diperkenalkan tengah tahun 2005 lalu adalah biometric fingerprinting. Akan tetapi, metode sekuritas ini sangat mahal karena menggunakan teknologi tinggi


- Pada kenyataannya pemanfaatan flash drive telah berkembang untuk berbagai hal. Contohnya di sebuah artikel diuraikan langkah-langkah men-setting flash drive untuk mem-boot Windows XP. Syarat utamanya memang motherboard dan BIOS dari komputer kita dapat mendukung manajemen booting dari flash drive. Beberapa aplikasi juga dapat dijalankan dari flash drive tanpa harus meng-install-nya terlebih dahulu ke komputer.


Jadi sebenernya penemu flashdisk sendiri sampe sekarang belum jelas (masih sengketa hak cipta(kayak rebutan tanah aja)), tapi yang dah pasti untuk perintisnya Dr Fujio Masuoka tahun 1984 dia nemuin flash memory (rintisan dari flash disk).

Ini sebagian perkembangan flashdisk mulai dari tanpak fisiknya maupun fungsional, ini cuma sebagian aja, soalnya banyak banget dah kayak jamur aja.

Tuesday, June 21, 2011

Test IQ Anda Dengan Soal ini


Ini adalah salah satu Test IQ untuk masuk universtitas paling beken di dunia. Harvard University.
Kabarnya, bila anda bisa menjawab artinya dengkul eh...otak anda masih jalan dan rasional. Meski tak juga menjamin anda lulus Harvard

1= 5
2= 25
3= 325
4= 4325
5= .....?

So, Apa jawaban no 5?
Gak dijawab juga gak papa kok....gak maksa sama sekali